Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Malam Ini, 3 Januari 2011 Ada Penampakan Jupiter dan Uranus

Dua planet raksasa Jupiter dan Uranus akan mejeng bareng malam ini, Senin (3/1). Ini merupakan kesempatan emas untuk bisa melihat Uranus, yang dalam mitologi Yunani merupakan kakek dari Dewa Langit Zeus.

http://way2online.com/wp-content/uploads/2010/09/Jupiter-Uranus.jpg
"Sekitar pukul delapan malam, lihat tegak lurus ke langit, lalu geser sekitar 15 derajat ke Barat," kata pengurus Himpunan Astronom Amatir Jakarta Ronny Syamara, Senin (3/1). Di titik itu bertengger Jupiter, dewa tertinggi dalam mitologi Romawi.
Planet terbesar dalam Tata Surya ini bersinar terang. Diameternya sekitar 1/50 dari Bulan Purnama. Jupiter dapat dilihat dengan mata telanjang. "Uranus ada di sebelahnya, tapi butuh bantuan teleskop besar," kata Ronny.
Alat ideal adalah teropong bintang, seperti yang dimiliki Planetarium Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Sayang, pengurus tidak melaksanakan acara peneropongan bintang. "Mungkin karena awal tahun, masih susun agenda," kata Ronny, yang bersama kawan-kawannya di Himpunan Astronom Amatir sering nongkrong di sana.
http://image.tempointeraktif.com/?id=45177&width=274
Dengan teropong berkekuatan 100 pembesaran, pengamat juga bisa melihat Europa dan Io, dua dari empat bulan terbesar milik Jupiter. Planet gas raksasa ini memiliki total 63 satelit.
Meski dari Bumi terlihat akrab berduaan, Jupiter dan Uranus terpaut jarak yang maha jauh, 15 unit astronomi, satuan untuk mengukur jarak benda angkasa. Satu unit astronomi sama dengan jarak Bumi-Matahari, 150 juta kilometer.
Penampakan Jupiter dan Uranus merupakan awal dari serangkaian penampakan bareng planet. Maret nanti giliran Merkurius dan dan Jupiter yang mejeng. Puncaknya Mei, saat Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter terlihat dalam satu sapuan pandangan mata.

Mengapa Bintang Bisa Berkedip?


Jika malam hari tiba, diatas langit nun jauh disana, bintang-bintang bertaburan indah dengan berkedip. Kerlap-kerlip cahayanya seperti lampu disco, dan terkadang warnanya pun berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan seterusnya.

Sebenarnya bintang memancarkan energinya relatif konstan/stabil setiap saat. Jadi, perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal-hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apa ya itu?

Penyebab utama karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer, menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak, sehingga menimbulkan turbulensi.

Turbulensi bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi, untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.

Sebuah koin yang terletak diam di dasar kolam renang akan tampak bergerak-gerak, jika kita lihat dari atas permukaan air. Gerak semu ini terjadi, karena adanya refraksi/pembiasan.

Menurut ilmu fisika, ketika berkas cahaya melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, cahaya tersebut akan dibiaskan/dibelokkan. Untuk kasus koin di kolam renang, cahaya yang dipantulkan koin melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, yaitu air dan udara, sebelum jatuh di mata.

Dan karena permukaan air yang tidak tenang, posisi koin yang sebenarnya tetap pun akan tampak berpindah-pindah.

Hal yang sama terjadi pada cahaya bintang yang melewati atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, cahaya bintang akan dibelokkan oleh lapisan udara yang bergerak-gerak.

Akibatnya posisi bintang akan berpindah-pindah. Tetapi, karena perubahan posisinya sangat kecil untuk dideteksi mata, maka kita akan melihatnya sebagai kedipan. Gambar dari APOD berikut menunjukkan, seperti apa perubahan posisi yang dimaksud.



Bagaimana dengan planet, mengapa planet tidak tampak berkedip?


Bintang, sebesar apapun ukurannya dan sedekat apapun jaraknya, akan tampak sebagai sebuah titik cahaya, jika diamati dari bumi, bahkan dengan teleskop terbaik yang dimiliki manusia.

Sedangkan planet yang memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada bintang, akan tampak lebih besar dari bumi, karena jaraknya yang jauh lebih dekat. Dengan teleskop kecil saja, kita akan dapat melihat planet sebagai sebuah piringan, bukan sebagai sebuah titik cahaya.

Ukuran piringan ini cukup besar, sehingga turbulensi atmosfer tidak memberikan pengaruh yang nyata pada berkas cahaya planet. Dilihat dari permukaan bumi, planet pun akan tampak tidak berkedip.

Kecuali pada kondisi atmosfer yang turbulensinya sangat kuat, atau saat planetberada di dekat horison, planet akan tampak berkedip juga. Karena pada saatplanet berada di dekat horison (sesaat setelah terbit atau sebelum tenggelam), berkas cahayanya harus melewati atmosfer yang lebih tebal.

Setelah kita tahu bahwa penyebab bintang tampak berkedip adalah atmosfer bumi, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam melakukan pengamatan. Jika kita ingin mengamati bintang dengan gangguan atmosfer paling sedikit, kita bisa tunggu hingga bintang tersebut berada dekat meridian.

Atau jika kita ingin melihat bintang tidak berkedip sama sekali, kita bisa pergi ke luar angkasa, atau bulan, atau planet yang tidak memiliki atmosfer (ingat, bulan tidak memiliki atmosfer).

Ditemukan Jejak Alam Semesta Lain (MUST READ)

Apakah alam semesta itu hanya satu? Ataukah ada alam semesta lainnya?

Sekelompok peneliti yang dipimpin Stephen Feeney mencoba memberi jawaban atas pertanyaan tersebut. Hasil penelitian mereka menunjukkan adanya sesuatu yang lain dalam echo (gaung) dentuman besar. Mereka memulai analisanya dari pemodelan alam semesta yang berbeda yang disebut inflasi abadi.

Teori Inflasi Abadi

Dalam pemodelan Inflasi Abadi, alam semesta yang bisa diamati akan berada di dalam sebuah gelembung yang melekat dalam dunia paralel yang luas (multiverse / banyak alam semesta). Sebagian multiverse ini sedang mengalami pengembangan dengan percepatan super.



Artinya, alam semesta kita tidak sendiri. Ada alam semesta lain dalam gelembung di kosmos yang luas ini, dan bisa jadi hukum fisika yang berlaku dalam alam semesta lain tersebut berbeda dengan yang ada di alam semesta kita.

Pengujian skenario ini tidaklah mudah karena inflasi abadi merupakan epoh pre-inflasi (sebelum terjadinya inflasi) dan sinyal dari luar gelembung alam semesta kita akan ditarik di horison / cakrawala dalam skala super yang tidak teramati.

Meskipun demikian, ada kemungkinan lain untuk bisa menelusuri epoh ini melalui tabrakan antara gelembung vakum. Maksutnya, alam semesta yang diamati dalam gelembung-gelembung jelas memiliki masa lalu yang keras dan saling bertabrakan menyisakan tanda kosmik di tempat mereka bersentuhan. Tabrakan yang terjadi akan menghasilkan inhomegenitas pada bagian dalam gelembung, sehingga tanda tersebut tentu akan bisa dilihat di masa kini dalam lata belakang gelombang mikro kosmik.

Hasil yang ada saat ini juga menunjukkan kalau keberadaan tabrakan antar gelembung memang memungkinkan dan cocok dengan pengamatan kosmologi. Dalam beberapa model, tabrakan cenderung terjadi dalam kerucut cahaya masa lalu kita dan tabrakan tersebut bisa meninggalkan tanda yang dapat diamati.

Jejak yang tersisa dari tabrakan antar gelembung
Nah untuk bisa mengamati tabrakan gelembung sangat bergantung pada beberapa hal antara lain ; skalar medan potensial yang mengendalikan inflasi abadi ( dan mengontrol laju pembentukan gelembung); durasi inflasi dalam gelembung alam semesta kita ( semakin besar inflasi maka semakin tipis sinyalnya) ; dan realisasi tertentu dari langit latar belakang gelombang mikro (CMB) dan tabrakan gelembung yang bisa diamati (bahkan sinyal yang jelas bisa dikaburkan oleh latar depan). Satu hal yang disadari Feeney dan rekan-rekannya, meskipun ada motivasi yang cukup untuk mempertimbangkan model inflasi abadi namun model konkrit yang menyediakan keseluruhan detil dari model inflasi abadi saat ini belumlah ada.

Meskipun demikian, tabrakan gelembung tersebut akan membentuk set tanda yang menjadi target analisa. Di antaranya ;

* Asimutal simetri: tanda yang ditinggalkan oleh tabrakan gelembung pada langit CMB akan memiliki asimutal simetri atau ukuran sudut yang simetri sebagai konsekuensi dari simetri SO (special orthogonal group) dari ruang waktu yang menggambarkan tabrakan 2 gelembung vakum.

* Casual Boundary (Batas Kasual) : Permukaan hamburan terakhir (sebelumnya) hanya dapat diperngaruhi dalam kerucut cahaya masa depan (kerucut yang akan terjadi) dari sebuah tabrakan. Perpotongan kerucut cahaya masa lalu (sebelumnya), kerucut cahaya masa depan (yang akan terjadi) ketika tabrakan dan permukaan dari hamburan yang terakhir adalah sebuah cincin. Suhu yang diamati dari CMB tidak harus kontinyu dalam batasan tersebut.

* Modulasi panjang dari panjang gelombang : Tabrakan gelembung adalah peninggalan pre-inflasi. Efek dari tabrakan tersebut telah ditarik oleh inflasi dan menyebabkan keseluruhan modulasi temperatur CMB menjadi anisotropi.
Dari pengamatan pada data selama 7 tahun Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), Feeney dan rekan-rekannya menemukan tanda yang diperkirakan sesuai sebagai tabrakan gelembung. Grup peneliti ini menemukan 4 tanda di langit CMB yang sesuai untuk menjadi tabrakan gelembung. Artinya, di masa lalu alam semesta kita ditabrak oleh gelembung lain setidaknya 4 kali.

Jika bukti ini bisa diperkuat oleh data yang akan diambil oleh satelit Planck maka para peneliti akan dapat memperoleh informasi tentang adanya kemungkinan dunia paralel atau alam semesta lainnya atau multiverse.

benarkah pi = 22/7

Waktu kita SD (tepatnya SD negeri dan beberapa SD swasta), kebanyakan dari kita (termasuk saya) yang diajarkan RUMUS lingkaran adalah π (pi) = 3.14 atau 22/7..
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/4a/Pi-unrolled_slow.gif
btw itu gambar pi yang saya copas.. gak tau jadinya malah kaya huruf N kecil.. :onion-103:

tahukah anda kalau pi itu bukanlah 3.14 atau 22/7??

kalau mau diuraikan 22/7 hasilnya adalah : (perhatikan)
3,142857142857142857.. dst

dan pi adalah :
3,1415926535897932384626433832795.. dst

apa bedanya?
22/7 menghasilkan bilangan dengan angka berulang dibelakang koma..
yaitu angka 142857 yang terus berulang2..

sedangkan pi menghasilkan angka dibelakang koma tanpa pengulangan sama sekali..

keliatan simple dan "mendekati" tapiiiii... untuk perhitungan science internasional jelas itu kesalahan FATAL...

so, saya gak heran kalo "kebanyakan" juara olimpiade matematika atau fisika yang berasal dari Indonesia, biasanya sekolah di sekolah2 swasta yang perhitungannya bertaraf internasional..

disini saya bukanlah pihak yang membodoh2i bangsa sendiri, tapi kiranya menjadi acuan kedepan untuk lebih memajukan mata pelajaran yang sampe sekarang (keponakan saya) masih diajarkan..
mungkin ada yang berpendapat "itu agar anak2 lebih memahami" tapi kalo para juara olimpiade itu bisa, kenapa yang lain tidak? saya rasa segala hal yang diajarkan pasti bisa dipelajari..


tambahan :
untuk perhitungan pi dan 22/7 kayak gini
http://upload.wikimedia.org/math/e/b/b/ebbc7d730ea3edaa29c3dd0b037688d5.png
jadi 22/7 > pi

FYI
lupa ngasih tau kalo (phi) sama (pi) itu beda.... yang dimaksud disini itu "pi"
kalo "phi" itu golden ratio = 1.61803399

untuk fakta menarik pi:
1. Madhava berhasil menghitung π = 3.14159265359, tepat 11 angka desimal dibelakang koma. Rekornya dikalahkan tahun 1424 oleh mathematician dari Persia, Jamshīd al-Kāshī, yang menemukan 16 angka desimal dibelakang koma.

2. Kontribusi utama Eropa setelah Archimedes dibuat mathematician Jerman Ludolph van Ceulen (1540–1610), yang menggunakan metode geometris untuk menghitung π sampai 35 dibelakang koma. Dia sangat bangga dengan perhitungannya, dan permintaan terakhirnya adalah menulis angka tersebut pada batu nisannya.

Teknologi Gelang Keseimbangan alias POWER BALANCE Adalah Penipuan Publik?


Jika kita memperhatikan salah satu tren yang paling jelas menghinggapi manusia Indonesia sekarang ini, maka kita membicarakan penggunaan gelang keseimbangan yang mulai bergeser dari yang tujuannya untuk kesehatan menjadi sesuatu yang melambangkan prestise.

Gelang keseimbangan dengan merek tertentu tersebut mengklaim dirinya dapat menghasilkan ekstra tenaga, keseimbangan, dan fleksibiltas bagi para penggunanya secara instan. Pertentangan terjadi, kubu yang percaya dan tidak percaya terus beragumen tentang kebenaran fungsi gelang-gelang ini. Lantas apakah gelang seperti ini memang mampu menghasilkan efek yang mereka janjikan?

Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) memutuskan untuk melakukan intervensi terhadap Power Balance, salah satu merk gelang kesimbangan yang paling terkenal dan meminta mereka untuk menarik semua produk mereka dari pasaran dan menawarkan pengembalian uang bagi para konsumen yang sudah membelinya.

Power Balance sebelumnya menyatakan bahwa mereka berhasil memasukkan teknologi frekuensi 7,83 Mhz ke dalam sebuah hologram yang akan membuat penggunanya merasa lebih kuat, lebih fleksibel, dan lebih seimbang. Kepala ACCC,Graeme Samuel menyatakan bahwa apa yang ditawarkan oleh Power Balance sama sekali tidak terbukti.

Pertanyaan yang paling mendasar untuk mendukung hipotesa ini sebenarnya adalah bagaimana caranya memasukkan sebuah frekuensi yang konsisten dalam sebuah hologram yang tampak begitu biasa? ACCC menyatakan bahwa tidak ada bukti secara ilmiah bahwa hal tersebut dapat dilakukan, dan gelang keseimbangan ini tidak ubahnya sebuah gelang karet biasa.

Yang terjadi adalah permainan pikiran dan strategi marketing dari pihak manufaktur yang berhasil menjual ide tersebut. Jadi buat Anda yang sudah menghabiskan uang Rp. 300.000,- untuk gelang karet original ini, bersiaplah untuk sedikit kehilangan keseimbangan.

Belum ada penjelasan tentang mekanisme refund dari power balance yang sudah terjual, namun yang pasti sang manufaktur memikirkan ulang kampanye marketing mereka, dengan pernyataan iklan yang lebih tepat dan mengubah bentuk packaging mereka. Jika jawaban tentang berbagai pertentangan ini sudah jelas, kita mungkin harus lompat ke pertanyaan selanjutnya. Apakah mungkin menambahkan ekstra oksigen di dalam air minum?

Benarkah Ilmuwan Albert Enstein Masih Hidup?


Semua pasti mengenal ilmuwan Albert Einstein. Ia dikenal dengan sejumlah teorinya antara lain teori relativitas. Nah, sebuah foto beredar di internet yang memperlihatkan Enstein asyik melenggang di jalan raya di Iran.

Dalam rekaman yang disiarkan China Central Television (CCTV), memperlihatkan seseorang yang mirip Enstein dan seorang penonton kemudian memasukkan foto itu ke internet. Kabar ini kemudian merebak ke mana-mana.

Seseorang mengatakan dalam sebuah forum sembari bercanda dengan mengatakan bahwa kemungkinan Enstein menggunakan mesin penjelajah waktu. Namun, ada juga yang bercanda jika Ilmuwan yang meninggal pada 18 April 1955 itu tidak bisa meninggal dan bersembunyi di Iran. Enstein adalah salah satu ilmuwan ternama dan dinobatkan sebagai Bapak Fisika Modern



Pionen, Tempat Penyimpanan Data Tercanggih Di Dunia

Data center bawah tanah ini memiliki rumah kaca, air terjun, mesin kapal selam Jerman, sinar matahari artifisial dan dapat bertahan dari serangan bom hidrogen mirip seperti tempat persembuyian musuh James Bond.

http://i.i.com.com/cnwk.1d/i/tim/2010/12/10/image7138051x.jpg
Data center ini benar-benar ada, dibuat oleh salah satu ISP terbesar Swedia yang terletak dalam bunker nuklir yang dibangun di bawah Stockholm, terpisahkan dari dunia luar oleh pintu setebal 40 cm.

Beberapa fakta menarik tentang data center ini :

1. Pada awalnya merupakan sebuah bunker nuklir yang digunakan dalam masa perang dingin. Saat itu bunker ini diberi kode nama Pionen White Mountains.
2. Terletak 30 meter di bawah lapisan granit yang berada tepat di bawah Stockholm, Pionen memiliki luas 1.110 meter persegi.
3. Pionen dirombak total menjadi data center mutakhir di tahun 2007-2008. Saat pembangungn mereka harus meledakkan batu sebanyak lebih dari 4.000 meter kubik untuk membuat ruang.
4. Pionen dirancang untuk dapat bertahan dari serangan bom hidrogen.
atap granit.
5. Pionen berisikan NOC yang mengontrol lima dari data center yang dimiliki Bahnhof, salah satu ISP terbesar di Swedia. Fasilitas tersebut juga berfungsi sebagai tempat hosting colocation jadi apabila ingin, Anda dapat menempatkan server Anda di situ (saya yakin harganya tidak murah).
6. Listrik cadangan dihasilkan oleh dua mesin diesel Maybach yang biasanya dipakai di kapal selam Jerman, mampu memproduksi daya sebesar 1,5 Megawatt.
7. Akses internet dengan redudansi tiga lapis, jaringan itu terbuat dari serat optik melalui tiga jalur yang berbeda di bawah gunung. Pionen merupakan salah satu tempat dengan koneksi internet terbaik di Eropa Utara.
8. Lingkungan kerja Pionen dilengkapi dengan rumah kaca, air terjun, akuarium air asin sebesar 2.600 liter dan sinar matahari buatan untuk menjaga kenyamanan karyawan.
9. 15 karyawan senior bekerja full time di Pionen
http://i.i.com.com/cnwk.1d/i/tim/2010/12/10/image7137845x.jpg