Showing posts with label Virus. Show all posts
Showing posts with label Virus. Show all posts

Virus Baru Muncul Akibat Jarang Olahraga

Jakarta: Munculnya virus baru yang berkembang di Indonesia, menurut pakar kesehatan Dr. Subagyo Partodiharjo akibat minimnya masyarakat dalam berolahraga.

"Olahraga di Indonesia masih sangat minim, sehingga banyak sekali penyakit yang seharusnya tak perlu muncul malah muncul akibat lemahnya daya tahan tubuh masyarakat Indonesia," kata Subagyo kepada Liputan6.com saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Jumat (23/3).

Ia menjelaskan, saat kondisi seseorang menurun, maka virus atau kuman yang biasanya tidak berbahaya dapat berubah menjadi masalah. Jadi kuncinya ada di daya tahan tubuh masyarakat itu sendiri.

"Karena itu saya anjurkan sekali untuk berolahraga. Dalam cuaca buruk sekali pun, kondisi kesehatan tubuh akan tetap baik," pungkas anggota Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan itu.

Pembuat Virus Incar Anak-anak

Praha: Dalam dunia teknologi informasi (IT), virus adalah musuh terbesar para pengguna komputer. Virus yang beredar selalu membuat para pengguna geram akibat dampak yang terjadi pada PC mereka. Dan kini para pembuat virus menargetkan anak-anak.

Sebagaimana yang dilansir dalam laman dailymail, Senin (16/1), pembuat virus sedang mengincar anak-anak dalam melancarkan operasi mereka. Para peretas menargetkan situs-situs game yang diam-diam menginfeksi PC orangtua mereka. Virus tersebut sangat berbahaya lantaran selain merusak sistem komputer, juga akan mencuri informasi pengguna yang terdapat pada komputer.


Hacker menargetkan situs game kartun yang menyamar sebagai website yang tak berdosa. Jika anak-anak menginstalnya maka akan membahayakan PC.

Anak-anak 'diserang' dengan menggunakan situs yang menawarkan permainan gratis. Contohnya, CuteArcade.com, yang dilaporkan menginfeksi 12.600 komputer, menurut perusahaan keamanan, laboratorium virus Ceko, Avast.

"Selain itu ada HiddenNinjaGames.com yang juga menimbulkan risiko," kata perusahaan keamanan.

Dari pantauan Perusahaan Kemananan Anti Virus, saat ini telah teridentifikasi 60 situs permainan anak-anak yang diinfeksi virus. Sementara, pemilik software antivirus Avast Ondrej Vlcek berpendapat, saat anak-anak membuka laman situs-situs permainan, para peretas akan menaruh link-link agar anak-anak tersebut mengklik.

"Tanpa pikir panjang, anak-anak akan cenderung mengklik link-link yang tidak dikenal," kata Ondrej Vlcek, CTO Software Avast.

Seperti biasa, solusi mencegah virus adalah memastikan Anda menggunakan browser yang up-to-date dan memiliki fitur keamanan seperti peringatan yang diaktifkan.

Program antivirus seperti Norton dapat diatur untuk memberikan peringatan bahwa situs mungkin terinfeksi, atau bahkan iklan dapat menimbulkan risiko.

"Minimal, orang perlu sebuah program antivirus yang terlihat untuk berbagai jenis malware dan scan situs untuk infeksi,"kata Vlcek.

Malware Duqu dan Stuxnet Ternyata Bersaudara

Jakarta - Hasil riset terbaru dari Kaspersky Lab menyatakan dua malware paling rumit yang pernah ditemukan, yaitu Duqu dan Stuxnet, ternyata dibuat oleh pengembang yang sama.
Dikutip dari situs teknologi Zdnet UK, Senin, 1 Januari 2012, Kaspersky juga menemukan kedua malware dan beberapa program jahat lain dibuat dari software yang sama. Software ini telah digunakan sejak tahun 2007.
"Dalam hal arsitektur, platform yang digunakan untuk mencipatakan Duqu dan Stuxnet sama," ujar peneliti dari Kaspersky Lab, Alexander Gostev dan Igor Soumenkov, dalam sebuah laporan yang dikutip PC Mag.

Mereka juga menyatakan bahwa platform ini bersifat fleksibel dan dapat dengan mudah beradaptasi untuk menyerang target yang berbeda. Platform ini dijuluki Tilded karena pembuatnya kerap membuat nama file yang diawali dengan simbol '~d'.
"Platform ini kemungkinan telah dikembangkan lama sebelum Stuxnet menjadi epidemik dan telah digunakan secara aktif lebih dari yang dibayangkan sekarang," kata Gostev.
Stuxnet merupakan worm komputer ganas yang menyebar lewat Microsoft Windows, namun secara spesifik menyerang target yang menggunakan sistem Siemens Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta mengacaukan kerja mesin seperti yang terjadi di fasilitas nuklir Iran pada 2010.
Sementara itu, Duqu ditemukan pada September lalu dan secara virtual identik dengan Stuxnet. Namun, ia berbeda dengan "saudaranya" yang menimbulkan kerusakan, Duqu bekerja untuk mencuri informasi.