Tanpa Disadari, Jutaan Manusia Minum Air Kencing Sendiri

Jutaan Manusia?

Suatu saat nanti, jutaan umat manusia akan mulai meminum kencing mereka sendiri. Bahkan, di beberapa wilayah hal itu telah terjadi.

Kekeringan di Barat telah menyebabkan banyak orang mengandalkan air selokan (berisi kotoran manusia) untuk minum.

Robert Roy Britt menyebutkan wilayah Phoenix AS mendapatkan air minum dari selokan termasuk Danau Mead yang jauhnya 230 mil (370 km) dari kota.

Britt menyatakan Phoenix dan kota lain di barat daya Amerika segera menyusul. Orange County, California mendaur ulang air limbah menjadi air minum.

Orange County mengambil air selokan atau got yang telah diolah dan mengirimnya melalui bermacam proses penyaringan dan pemurnian hingga produk akhirnya melampaui standar air minum pada umumnya.

Kemudian, air itu dimasukkan ke dalam aquifer agar tercampur air alami dan membuatnya menjadi air minum.

Menurut Direktur Urusan Regulasi dan Kesehatan Orange County Water District, Jason Dadakis, proses itu memakan waktu sekitar 45 menit.

"Kami menggunakan teknik pemurnian maju guna mendapat air terbaik," katanya.

Metode ini dikenal sebagai Groundwater Replenishment System (GWRS) dan sudah berjalan sejak Januari 2008 dan telah mengubah 96 juta galon air limbah menjadi 70 juta galon air daur ulang tiap harinya dengan efisiensi mencapai 75%.

Kita membuang-buang air minum ke laut setiap hari, katanya.

California Selatan sendiri membuang 1,3 miliar galon air limbah ke Pasifik tiap hari. Ada rencana memperbesar output GWRS menjadi 100 juta galon per hari atau untuk suplai 850 ribu rumah untuk satu tahun.

Beberapa orang telah meminum air kencing mereka sendiri dan mereka tak menyadarinya, kata Britt.

3 Cara Melindungi Trackball BB Kamu

Anda mungkin sering mendengar cerita tentang trackball handset BlackBerry teman yang rusak. Hal itu sebenarnya bisa dihindari. Nah, bagi pengguna BlackBerry yang trackball-nya masih dalam kondisi bagus, berikut ini tiga tips menghindari komponen tersebut dari kerusakan.

1. Gunakan pelapis

Trackball cukup sensitif. Saat memegang trackball, bukan tidak mungkin jari-jari kamu sedang dalam keadaan basah akibat keringat. Untuk mencegah hal itu, gunakan pelapis misal saputangan tipis saat memutar trackball.

2. Pakai headset

Penggunaan headset saat berbicara di telepon akan mengurangi frekuensi pemakaian atau kontak dengan trackball. Karena itu, pakailah headset saat menelepon. Pemakaian headset juga dapat mencegah tetesan keringat masuk ke sela-selatrackball.

3. Keringkan tangan

Sedang asyik makan, bos kamu menelepon atau mengirimkan pesan? kamu mungkin saja akan refleks mencuci tangan, lalu mengangkat telepon atau membalas pesan. Jika begitu, tampaknya ada satu langkah yang terlewati, yaitu mengeringkan tangan. Ingat, hindari mengoperasikantrackball dengan tangan basah.

7 Penemuan yang Banyak Menyebabkan Kematian

1. Atomic Bomb

Bom atom adalah salah satu tipe reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Sebuah bom mampu memusnahkan sebuah kota. Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam pertempuran.

Semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki dengan korban sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Pada masa itu daya ledak bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 ribuan ton.

Sedangkan bom atom sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 jutaan ton. Masa fissile material (uranium yang diperkaya atau plutonium) dirancang mencapai supercritical mass.

Untuk membentuk reaksi berantai adalah dengan menabrakkan sebutir bahan sub-critical terhadap butiran lainnya (the "gun" method), atau dengan memampatkan bulatan bahan sub-critical menggunakan bahan peledak kimia sehingga mencapai tingkat kepadatan beberapa kali lipat dari nilai semula. (the "implosion" method).

2. TNT (Trinitrotoluene)


Trinitrotoluene (TNT, atau Trotyl) adalah kristalin aromatic hydrocarbon berwarna kuning pucat yang melebur pada suhu 354 K (178 °F, 81 °C). Trinitrotoluene adalah bahan peledak yang digunakan sendiri atau dicampur, misalnya dalam Torpex, Tritonal, Composition B atau Amatol. TNT dipersiapkan dengan nitrasi toluene C6H5CH3; rumus kimianya C6H2(NO2)3CH3, and IUPAC name 2,4,6-trinitrotoluene.

3.Guillotine

Guillotine menjadi terkenal pada Revolusi Perancis. Nama Guillotine diambil dari nama Joseph Ignace Guillotin (1738 - 1814), orang yang pertama kali menyarankan alat ini sebagai alat eksekusi.

Pada tanggal 25 April 1792, Nicolas Jacques Pelletier adalah korban pertama guillotine. Secara total pada Revolusi Perancis puluhan ribu orang dieksekusi. Di Paris sendiri, diperkirakan 40.000 orang dibunuh dengan guillotine, antara lain Raja Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette.

Guillotine dirancang untuk membuat sebuah eksekusi semanusiawi mungkin dengan menghalangi sakit sebanyak mungkin. Terdakwa disuruh tidur tengkurap dan leher ditaruh di antara dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau. Pada ketinggian 7 meter, pisau dijatuhkan oleh algojo dan kepala terdakwa jatuh di sebuah keranjang di depannya.

Pemenggalan kepala dengan guillotine hanya berlangsung beberapa detik saja. Eksekusi dengan guillotine kala itu menjadi tontonan umum, tetapi kemudian guillotine ditaruh di dalam penjara karena dianggap kejam.

Terdakwa terakhir yang dihukum mati dengan alat ini adalah Hamida Djandoubi. Ia dieksekusi di Marseille pada tanggal 10 September 1977.

4. Automatic Rifle


Jenderal Manuel Mondragon menciptakan senapan otomatis pertama di dunia pada tahun 1887. Beberapa keturunannya adalah AK-47, M16A1, dan M-14. Khusus untuk AK-47, senjata ini adalah tipe yang paling banyak digunakan oleh para teroris.

5. Agent Orange

Agent Orange adalah julukan yang diberikan untuk herbisida dan defolian yang digunakan oleh Militer Amerika Serikat dalam peperangan herbisida (herbicidal warfare) di Vietnam 1961 hingga 1971.

Tong-tong bergaris-garis oranye berukuran 55 galon AS, kira-kira adalah campuran 1:1 dari dua herbisida fenoksi dalam bentuk ester, 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dan 2,4,5-trichlorophenoxyacetic acid (2,4,5-T).

Bila disemprotkan kepada tanaman-tanaman berdaun lebar, mereka merangsang pertumbuhan yang cepat dan tidak terkendali dan akhirnya merontokkan daun-daunnya.

Bila disemprotkan pada tanaman-tanaman seperti gandum atau jagung, ia secara selektif akan mematikan hanya tanaman-tanaman yang berdaun lebar di ladang ilalang dan membiarkan tanaman lainnya relatif tidak terpengaruh.

Bayangkan jika terkena manusia, Agent Orange dapat mengakibatkan risiko berbagai tipe kanker dan cacat genetis.

6. Freon/CFCs

Ilmuwan Thomas Midgley menemukan freon CFC pada tahun 1930. Pembuatan CFC dihentikan pada tahun 1995 karena kerusakan lapisan ozon yang disebabkan CFC.

Setelah CFC dilarang digunakan, penggunaan amonia meluas, lalu diikuti dengan propana dan butana yang kurang korosif, juga isobutana yang saat ini digunakan secara luas.

Jenis fluida lainnya yang dapat digunakan sebaga refrigeran adalah karbon dioksida, hidrogen, helium, dan nitrogen. Pada umumnya digunakan dalam industri yang menyediakan teknologi pendingin yang menggunakan gas-gas tersebut.

7. Gas Sarin

Pada tahun 1938, kimiawan Jerman Dr Gerhard Schrader menemukan gas sarin pertama kali. Saat ini, sarin diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal oleh PBB.


Sarin menyerang sistem saraf, awalnya hanya menyebabkan pilek dan sesak di dada kemudian korban mengalami kesulitan bernapas, menjadi mual, dan mulai meneteskan air liur.

Korban terus kehilangan kendali atas semua fungsi tubuh, diikuti oleh kejang kejang dan koma. Jika penangkal tidak diberikan dengan cepat maka si korban akan mati secara tragis.

Frekuensi Hubungan Seks yang Ideal Berdasarkan Usia

img

Berhubungan seks secara rutin bermanfaat untuk kesehatan. Namun jika terlalu sering tentu ada risikonya, sehingga ada frekuensi ideal yang dianjurkan. Lantas adakah risiko jika terlalu jarang atau bahkan tidak pernah berhubungan seks?

Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa hubungan seks bisa meredakan stres sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup. Bahkan beberapa mengklaim, aktivitas tersebut dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker asalkan dilakukan dengan pasangan tetap.

Namun jika dilakukan secara berlebihan, hubungan seks ternyata juga tidak baik untuk kesehatan. Jauh sebelum ada penelitian tentang kaitan antara hubungan seks dengan risiko kanker, ilmu pengobatan di China sudah lebih dulu mengaitkan keduanya.

Teori pengobatan tradisional China mengenal istilah Jing, yakni komponen dalam ginjal yang disebut juga 'getah kehidupan'. Fungsinya adalah menyuplai energi untuk berbagai mekanisme tubuh manusia dalam menjaga kesehatan.

Dikutip dari Losethebackpain, Rabu (3/11/2010), Jing terbentuk dari sari-sari makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia. Pada pria, kadarnya akan mengalami penurunan setiap kali mencapai orgasme yang disertai ejakulasi.

Jika ejakulasi terjadi terlalu sering maka dampaknya adalah ketidakseimbangan energi yang memicu berbagai gangguan kesehatan. Di antaranya adalah nyeri punggung, radang persendian terutama di lutut, cepat pikun, bahkan impotensi dan gairah seks yang menurun.

Sebuah literatur kuno dari Tiongkok yang berusia 2.000 tahun menyebutkan secara detail berapa kali sebaiknya seorang pria berhubungan seks, atau lebih tepatnya mengalami ejakulasi. Sebab selain melalui hubungan seks, ejakulasi juga bisa dicapai dengan masturbasi dan mimpi basah.

Selengkapnya, frekuensi ideal berhubungan seks berdasarkan usianya adalah sebagai berikut:
Usia (tahun) Frekuensi Optimal Frekuensi Minimal Agar Bermanfaat
20 2x sehari 1x sehari
30 1x sehari 2-3 x sehari
40 tiap 3 hari tiap 4 hari
50 tiap 5 hari tiap 10 hari
60 tiap 10 hari tiap 20 hari
Lantas apa bahayanya jika terlalu jarang atau bahkan tidak pernah berhubungan seks?

Adanya manfaat hubungan seks bukan berarti ada risiko jika tidak melakukannya. Dikutip dari MSNBC, Rabu (3/11/2010), sebuah penelitian yang dipublikasikan 30 tahun lalu membuktikan tidak ada peningkatan risiko kanker prostat pada biarawan-biarawan di Nepal dan Italia yang hidup selibat atau tidak menikah.

Dengan asumsi para biarawan lebih jarang mengalami ejakulasi, maka hidup tanpa berhubungan seks tidak akan meningkatkan risiko kanker prostat. Ejakulasi secara rutin mungkin bisa mengurangi risiko, tetapi faktor lain seperti diet dan gaya hidup tentu lebih besar pengaruhnya.